Quantum Taqwa

Quantum Taqwa

Oleh: Yanto, S.Pd, M.Ed

 

 

Taqwa adalah derajat yang ingin dicapai oleh setiap mukmin. Ini merupakan predikat tertinggi seorang hamba di sisi Tuhannya. Banyak kita mendengar berbagai pengertian Taqwa. Diantaranya adalah Taqwa berarti mengerjakan segala perintah Allah SWT dan meninggalkan semua laranganNya.  

 

Namun pengertian Taqwa dapat kita lihat dari masing-masing huruf yang membentuk kata Taqwa itu sendiri. Dalam bahasa Arab, kata Taqwa terdiri dari empat huruf yaitu huruf Ta, Qaf, Waw dan Yaa. Ta dapat merupakan singkatan dari Tawadhu’ atau rendah hati. Qaf  berarti Qanaah atau merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah. Waw bermakna Wara’ atau menahan diri dari kemaksiyatan. Sedangkan Yaa berarti Yaqin atau merasa yakin dengan apapun yang ditentukan Allah terhadap diri.

 

Keempat sifat ini merupakan salah satu tanda bahwa seseorang telah memperoleh predikat Taqwa. Dengan memaksimalkan keempat sifat tersebut, seseorang dapat dikatakan telah memiliki Quantum Taqwa. Istilah Quantum berasal dari ilmu Fisika yang berarti interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Jadi Quantum Taqwa dapat diartikan sebagai melejitkan keempat potensi sifat Taqwa dalam diri seorang mukmin. Seseorang yang memiliki keempat sifat-sifat mulia di atas akan merasakan kebahagiaan yang hakiki baik di dunia, lebih-lebih lagi di akhirat.

 

Tawadhu’

Tawadhu’ berarti rendah hati atau tidak sombong. Tidak patut rasanya kita merasa sombong dengan apa yang kita miliki. Merasa sombong dengan harta, pangkat, jabatan atau ilmu. Disadari atau tidak, kita terkadang merasa diri ini lebih hebat dibanding orang lain ketika kita diberi sedikit kelebihan oleh Allah SWT. Seringkali pula kita merasa sombong dengan segala kelebihan itu. Bahkan tidak sedikit yang menganggap remeh orang lain lantaran ia merasa memiliki banyak hal.

 

 

Qanaah

Qanaah berarti merasa cukup dengan apa yang diberikan Allah kepada kita. Barangkali ini adalah kunci hidup bahagia yang sesungguhnya. Dengan Qanaah, seorang mukmin tidak perlu lagi serakah untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya. Selama ini, sifat tamak bagi sebagian kita telah membuat negara ini menjadi terpuruk. Korupsi misalnya, salah satu sebabnya adalah karena pelaku selalu merasa kurang dengan harta yang ia miliki. Lihat saja para pelaku korupsi di negeri ini yang sebagian besar justru dilakukan oleh mereka yang hidupnya berkecukupan. Namun karena tidak adanya sifat Qanaah, mereka selalu merasa kekurangan sehingga tidak malu mengambil harta yang bukan haknya.

 

Wara’

Sifat Wara’ bermakna menahan diri dari kemaksiyatan. Ini adalah sifat yang semestinya ada dari setiap orang yang bertaqwa. Sifat inilah juga yang harusnya ada di setiap kita saat ini di mana kemaksiyatan demikian mudahnya kita akses. Kemaksiyatan ada di sekitar kita dan dengan mudah diperoleh. Wara’ semakin menjadi penting untuk dimiliki setiap mukmin agar dapat terjaga dari perbuatan tidak terpuji. Sifat ini sangat langka di negara tercinta ini dimana seringkali orang tidak malu lagi berbuat maksiyat. Bahkan banyak yang bagga melakukannya.

 

 

Yaqin

Yaqin dapat diartikan dengan keteguhan hati akan Allah dengan segala titahNya. Sifat ini sangat diperlukan dalam kondisi zaman seperti saat ini. Terkadang kita sering merasa nasib tidak berpihak pada kita. Apalagi bila kita sering membandingkan kehidupan kita dengan mereka yang hidup berkelebihan. Dengan sifat yaqin, seorang mukmin akan selalu berbaik sangka dengan Allah. Apapun ketetapan Allah mengenai dirinya akan dianggap sebagai yang terbaik. Ini penting agar kita tidak mengecilkan nikmat Allah.

 

Keempat sifat di atas adalah hasil tempaan ibadah puasa bulan Ramadhan. Bila seorang mukmin dapat menjalankan puasa dengan benar, maka predikat Taqwa akan langsung diperolehnya dari Allah SWT. Sebuah predikat yang tertinggi di sisi Allah SWT. Mereka yang memiliki sifat Taqwa akan dapat melejitkan empat sifat istimewa di atas.

 

Dapat dibayangkan mereka yang memiliki empat sifat istimewa di atas akan menjadi seorang insan paripurna. Insan yang paripurna akan dapat membentuk sebuah masyarakat yang paripurna pula. Pada gilirannya masyarakat yang paripurna akan membentuk negara yang sejahtera dan diridhoi oleh Allah SWT. Memang semuanya bermula dari individu. Oleh karena itu mari kita berusaha memperoleh predikat Taqwa sebagai langkah awal dalam mengubah Indonesia tercinta ini. Meminjam istilah seorang dai kondang, mari kita mulai dari hal yang kecil, dari diri sendiri dan mari kita mulai sekarang juga.

 

Biografi singkat:

Nama: Yanto, S.Pd, M.Ed

Tempat / Tgl Lahir: Padang / 7 Juni 1973

Pekerjaan: Dosen Bahasa Inggris FKIP Universitas Jambi

Alamat: Lorong Teladan No 40 Rt 31 Kel. Payo Lebar Jambi 36135

Telp. 0741-667805

HP: 081374862711

Email: yanto7382@yahoo.com

 

Latar Belakang Pendidikan

           1980 – 1986   :  SD Negeri 29 Padang

           1986 – 1989   :  SMP Negeri 4 Padang

           1989 – 1992   :  SMA Negeri 2 Padang

           1992 – 1994   :  Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas 

                                     Andalas, Padang

           1994 – 1999   :  Jurusan Bahasa Inggris FKIP Universitas Jambi

           2006 – 2007   :  Master of Education at School of Education,

                                   The Flinders University of South Australia, Adelaide, 

                                   Australia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s